LIPUTAN MEDIA MURATARA.CO.ID | 7 November 2026
MURATARA – Musibah kebakaran menghanguskan empat rumah panggung milik warga Desa Napalicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu, 4 November 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketika warga mulai bersiap menjalankan aktivitas menjelang malam. Api dilaporkan pertama kali terlihat dari bagian kabel listrik di salah satu rumah warga.
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab tersebut merupakan keterangan awal yang disampaikan kepolisian dan tetap menjadi bagian dari penanganan peristiwa.
Bangunan rumah yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat api cepat membesar. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke rumah lain yang berada berdekatan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha membantu memadamkan api. Peralatan seadanya digunakan untuk menghambat penyebaran kobaran sebelum bantuan lebih lanjut dapat dilakukan.
Kepala desa bersama perangkat desa juga ikut membantu proses penanganan. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dikeluarkan dari rumah sebelum api semakin membesar.
Kapolsek Ulu Rawas Iptu Harry Suharto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa empat rumah warga tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran.
Keempat rumah yang terdampak diketahui milik Beti Iskandar, Usman, Patdana, dan Singgih. Para pemilik rumah tersebut merupakan warga Desa Napalicin yang sehari-hari bekerja sebagai petani.
Beruntung, seluruh pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri. Dalam laporan kepolisian yang diberitakan media setempat, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, warga dan aparat melakukan pemeriksaan awal terhadap lokasi kebakaran.
Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Nilai kerugian itu mencakup bangunan rumah serta barang-barang milik warga yang ikut terbakar.
Setelah rumah mereka tidak lagi dapat ditempati, para korban untuk sementara tinggal di rumah tetangga. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Ulu Rawas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Muratara. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas pendataan dan kemungkinan penyaluran bantuan bagi keluarga terdampak.
Penanganan setelah kebakaran tidak hanya berkaitan dengan pembersihan puing bangunan. Para korban juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tempat tinggal mereka belum dapat digunakan kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai risiko kebakaran pada rumah panggung berbahan kayu. Material bangunan yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api, terutama ketika rumah berdiri berdekatan.
Instalasi listrik perlu menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan kebakaran rumah. Kabel yang sudah rusak, sambungan tidak sesuai standar, serta penggunaan stopkontak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan.
Masyarakat disarankan memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik secara berkala. Apabila ditemukan kabel terkelupas, sambungan longgar, atau bau terbakar dari instalasi, penggunaan listrik pada bagian tersebut sebaiknya dihentikan dan diperiksa oleh tenaga yang kompeten.
Warga juga perlu memastikan akses menuju rumah tidak terhalang sehingga bantuan dapat menjangkau lokasi ketika terjadi keadaan darurat. Ketersediaan alat pemadam sederhana dan pengetahuan mengenai cara meminta bantuan dapat membantu mempercepat penanganan awal.
Pemerintah desa dan instansi terkait diharapkan terus memperbarui informasi mengenai kondisi para korban serta perkembangan bantuan. Pendataan yang akurat diperlukan agar penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Musibah di Desa Napalicin bukan hanya menjadi persoalan empat keluarga yang rumahnya terbakar, tetapi juga menjadi perhatian bersama mengenai keselamatan permukiman. Kepedulian masyarakat, kesiapsiagaan pemerintah, dan pemeriksaan instalasi listrik secara rutin menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
LIPUTAN MEDIA MURATARA.CO.ID
Menyajikan berita terkini, terpercaya, dan berimbang dari Kabupaten Musi Rawas Utara.

Tinggalkan Komentar
Tinggalkan Komentar & Diskusi
Sampaikan tanggapan, opini, atau diskusi Anda secara santun dan bijak.
Komentar Terkirim